Rabu, 24 Juli 2013

PERBEDAAN KADAR PROTEIN DALAM SUSU KEDELAI DAN SUSU SAPI YANG DIJUAL DI WILAYAH KECAMATAN GUBENG SURABAYA


ABSTRAK

            Protein sebagai zat yang penting bagi tubuh mempunyai banyak fungsi antara lain sebagai bahan bakar, zat pembangun dan zat pengatur. Sumber protein diantaranya adalah protein nabati à salah satu produknya adalah susu kedelai dan protein hewani à salah satu produknya adalah susu sapi.
             Komposisi susu kedelai menyerupai susu sapi sehingga dapat digunakan sebagai pengganti susu sapi. Oleh karena itu maka perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui seberapa besar perbedaan kadar protein susu kedelai dengan susu sapi yang dijual diwilayah kecamatan Gubeng, Surabaya.
Tujuan penelitian adalah mengetahui apakah ada perbedaan bila keduanya dibandingkan. Berdasarkan Standart Nasional Indonesia 01-3830-1995. Batas minimal kadar protein sesuai syarat adalah 2%.
Metode penelitiannya adalah Deskriptif dengan analisa kuantitatif. Metode analisisnya menggunakan kombinasi Kjedalh Nessler. Metode Kjedalh hanya dilakukan sampai tahap dekstruksi kemudian dilanjutkan dengan metode nessler.
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan  dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan kadar protein dalam susu kedelai dan susu sapi, dimana kadar protein dalam susu kedelai lebih kecil dari susu sapi. Akan tetapi kadar proteinnya tetap memenuhi syarat SNI 01-3830-1995, hanya 15% dari susu kedelai yang tidak memenuhi syarat, dimana kadar protein < 2,0%
Dari hasil analisa dapat diketahui bahwa masih ada penjual yang hasil produknya berupa susu kedelai belum memenuhi syarat yang ditetapkan. Sedangkan penjual susu sapi telah memenuhi syarat.

Kata kunci :  Protein, Susu Kedelai, Susu Sapi

 Peneliti :
YESI PITAYASARI
Nim : P. 27834003100
D3 Analis Kesehatan Surabaya (2006)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar