ABSTRAK
Protein
sebagai zat yang penting bagi tubuh mempunyai banyak fungsi antara lain sebagai
bahan bakar, zat pembangun dan zat pengatur. Sumber protein diantaranya adalah
protein nabati à salah satu produknya adalah susu
kedelai dan protein hewani à salah satu produknya
adalah susu sapi.
Komposisi susu kedelai menyerupai susu sapi
sehingga dapat digunakan sebagai pengganti susu sapi. Oleh karena itu maka
perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui seberapa besar perbedaan kadar
protein susu kedelai dengan susu sapi yang dijual diwilayah kecamatan Gubeng, Surabaya.
Tujuan penelitian
adalah mengetahui apakah ada perbedaan bila keduanya dibandingkan. Berdasarkan
Standart Nasional Indonesia 01-3830-1995. Batas minimal kadar protein sesuai syarat
adalah 2%.
Metode
penelitiannya adalah Deskriptif dengan analisa kuantitatif. Metode analisisnya
menggunakan kombinasi Kjedalh Nessler. Metode Kjedalh hanya dilakukan sampai
tahap dekstruksi kemudian dilanjutkan dengan metode nessler.
Dari hasil
penelitian yang telah dilakukan dapat
disimpulkan bahwa ada perbedaan kadar protein dalam susu kedelai dan susu sapi,
dimana kadar protein dalam susu kedelai lebih kecil dari susu sapi. Akan tetapi
kadar proteinnya tetap memenuhi syarat SNI 01-3830-1995, hanya 15% dari susu
kedelai yang tidak memenuhi syarat, dimana kadar protein < 2,0%
Dari hasil
analisa dapat diketahui bahwa masih ada penjual yang hasil produknya berupa
susu kedelai belum memenuhi syarat yang ditetapkan. Sedangkan penjual susu sapi
telah memenuhi syarat.
Kata kunci : Protein, Susu Kedelai, Susu Sapi
Peneliti :
YESI PITAYASARI
Nim : P. 27834003100
D3 Analis Kesehatan Surabaya (2006)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar