ABSTRAK
Penyakit malaria adalah suatu penyakit infeksi yang menyerang sel
darah merah, disebabkan oleh empat spesies Protozoa
dari genus Plasmodium yang ditularkan lewat gigitan nyamuk Anopheles betina dan ditandai dengan
gejala demam, anemia dan splenomegali. Keempat spesies itu adalah Plasmodium falciparum, Plasmodiun vivax,
Plasmodium malariae, dan Plasmodium
ovale.
Penyakit malaria biasa menyerang manusia tanpa mengenal umur dan
jenis kelamin. Penyakit malaria merupakan penyakit musim hujan yaitu tepatnya
terakhir hujan karena dapat meningkatkan populasi nyamuk dan terjadinya
episdemis malaria. Penularan tertinggi penyakit malaria hanya pada daerah
endemis saja, tetapi akibat perpindahan penduduk dan arus transportasi yang
cepat, penderita malaria bisa dijumpai di daerah non endemis.
Kebiasaan manusia yang berada di luar rumah sampai larut malam,
tidak memakai baju, lingkungan kurang bersih, apabila tidur tidak menggunakan
kelambu dan obat nyamuk yang akan memudahkan gigitan nyamuk Anopheles.
Penularan manusia dilakukan oleh nyamuk Anopheles betina dengan cara menggigit manusia secara langsung.
Selain itu, juga bisa melalui transfusi darah atau jarum suntik yang
terkontaminasi Plasmodium, serta ibu
hamil pada bayinya. Penyakit malaria merupakan penyakit yang penyebarannya did
um\nia sangat luas. Penduduk yang terjangkit malaria berjumlah sekitar 2,3 miliar atau 4,1 % dari
penduduk dunia.
Tingkat kesadaran masyarakat tentangbahaya malaria perlu
ditingkatkan yaitu dengan cara menyehatkan lingkungan, menghindari atau
mengurangi kontak atau gigitan nyamuk Anopheles,
membunuh nyamuk dewasa, membunuh jentik, mengurangi tempat perindukan dan juga
melalui vaksinasi. Obat anti malaria sebaiknya yang efektif terhadap semua
jenis dan dan stadium parasit, menyembuhkan infeksi akut atau kronik, efek
samping ringan, toksisitas rendah dan harga dapat terjangkau oleh seluruh
lapisan masyarakat, contoh : Klorokuin, Kina, Primakuin, Pirimitamin dan
Sulfadoksin.
Dari hasil penelitian yang dilakukan pada tanggal 25 April sapai
dengan 12 Mei 2005 di Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Propinsi Maluku dari 30
pasien yang positif terinfeksi penyakit malaria Plasmodium vivax dengan menggunakan metode
Giemsa adalah 66,7 %. Jadi penduduk di Kecamatan Sirimau yang dulu belum banyak
ditemukan terinfeksi malaria tetapi sekarang dapat ditemukan penyakit malaria
oleh karena perpindahan penduduk akibat kerusuhan Ambon
ke daerah yang endemis malaria dan penduduk tersebut menjadi carier penyakit
malaria.
Kata Kunci :
·
Perpindahan penduduk pasca kerusuhan
Ambon
·
Penyakit malaria
Peneliti :
SHERLY FLORENSE T. POLNAYA (NIM : 026082)
D3 Analis Kesehataan Surabaya (2005)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar