ABSTRAK
Terasi adalah bahan yang terbuat dari ikan atau
rebon (udang kecil) yang mempunyai bau khas yang tajam, dan sering digunakan
masyarakat sebagai bahan sambal atau penyedap rasa. Terasi memiliki kandungan
protein sebesar 15-20%. Terasi yang dijual tanpa kemasan, memungkinkan
terjadinya kontaminasi oleh mikroorganisme
bila terutama sanitasi dan hygiene yang
tidak baik . Terasi yang tercemar oleh mikroorganisme akan menyebabkan
mutu produk yang kurang baik, bahkan dapat mengganggu kesehatan. Salah satu
mikroorganisme yang mengganggu kesehatan adalah kuman jenis coliform yang mungkin terdapat dalam
terasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah MPN coliform pada terasi tanpa kemasan yang
dijual dipasar Karang Menjangan Surabaya, dimana jumlah MPN coliform dipakai sebagai salah satu
indikator adanya pencemaran makanan oleh kotoran manusia.
Metode penelitian ini termasuk penelitian
deskriptif yaitu penelitian yang menggambarkan suatu keadaan kualitas terasi
tanpa kemasan. Penelitian ini menggunakan metode MPN coliform dengan seri ragam tabung 5-1-1 yang biasa digunakan untuk
pemeriksaan makanan yang sudah diolah yang disesuaikan dengan batas maksimum
cemaran mikroba dalam makanan. Pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan
secara acak, sebanyak 15 sampel.
Hasil yang didapat pada pemeriksaan 15 sampel
terasi tanpa kemasan dipasar Karang Menjangan Surabaya adalah 12 sampel (80%)
terdapat index MPN coliform > 0
atau melebihi batas maksimum cemaran mikroba dalam makanan dan 3 sampel (20%) dari 15 sampel mengandung
index coliform 0 atau tidak melebihi
batas maksimum cemaran mikroba dalam makanan.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terasi
dipasar Karang Menjangan yang dijual tanpa kemasan masih banyak yang tidak
memenuhi syarat untuk batas maksimum cemaran mikroba dalam makanan.
Kata kunci :
Terasi tanpa kemasan, MPN coliform
Peneliti :
YAMANI
NIM : P 27834003307
D3 Analis Kesehatan Surabaya (2006)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar