Selasa, 23 Juli 2013

PENGARUH KANDUNGAN ZAT-ZAT TERLARUT DALAM AIR SUMUR TERHADAP PERTUMBUHAN NYAMUK AEDES AEGYPTI PRA DEWASA (PUPA)


ABSTRAK

Tahun 1968, empat belas tahun sesudah kejadian luar biasa pertama di Manila. DBD dilaporkan untuk pertama kalinya di Indonesia yaitu berupa kejadian luar biasa penyakit DBD di Jakarta dan Surabaya mencatat 58 kasus DBD dengan 24 kematian CFR=41,5%.
Pencegahan dan pemberantasan penyakit infeksi virus Dengue sampai sekarang masih diprioritaskan pada pemberantasan nyamuk dewasa dan larva Aedes aegypti atau Aedes albopictus. Tujuan dari penelitian ini adalah apakah ada pengaruh kandungan zaat-zat terlarut dalam air sumur terhadap pertumbuhan nyamuk Aedes aegypti pra dewasa (Pupa).
Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen, Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah semua air sumur yang terdapat di Kecamatan Tambaksari. Diambil sebanyak 9 sampel yaitu masing-masing 3 sampel pada kategori terbanyak, medium dan tersedikit  kasus DBDnya, untuk pemeriksaan kandungan beberapa zat terlarut dalam air sumur dan pertumbuhan nyamuk Aedes. Teknik pengambilan sampel secara simple random sampling dengan mengumpulkan data penyakit DBD. Data yang telah terkumpul diuji statistik dengan Regresi linier berganda memakai methode Backward untuk menarik suatu kesimpulan ada tidaknya pengaruh kandungan zat-zat terlarut dalam air sumur terhadap pertumbuhan nyamuk Aedes aegypti pra dewasa (pupa).
Pada kolom Sig dari hasil analisis statistik versi 12 dengan uji regresi linier berganda memakai methode Backward, bahwa semua nilai probabilitas kandungan zat-zat telarut dalam air sumur diatas 0,05 yang berarti H0 diterima.
Dari hasil penelitian disimpulakan bahwa tidak ada pengaruh kandungan zat-zat terlarut dalam air sumur terhadap pertumbuhan nyamuk Aedes aegypti pra dewasa (Pupa).

Kata kunci :
DBD, Nyamuk, air sumur.
Peneliti :
Bahtiar Makmun
D3 Analis Kesehatan Surabaya (2006)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar