ABSTRAK
Tahun 1968, empat belas tahun sesudah kejadian
luar biasa pertama di Manila. DBD dilaporkan untuk pertama kalinya di Indonesia
yaitu berupa kejadian luar biasa penyakit DBD di Jakarta dan Surabaya mencatat
58 kasus DBD dengan 24 kematian CFR=41,5%.
Pencegahan dan pemberantasan penyakit infeksi
virus Dengue sampai sekarang masih diprioritaskan pada pemberantasan nyamuk
dewasa dan larva Aedes aegypti atau Aedes albopictus. Tujuan dari
penelitian ini adalah apakah ada pengaruh kandungan zaat-zat terlarut dalam air
sumur terhadap pertumbuhan nyamuk Aedes
aegypti pra dewasa (Pupa).
Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen, Populasi yang digunakan
dalam penelitian ini adalah semua air sumur yang terdapat di Kecamatan
Tambaksari. Diambil sebanyak 9 sampel yaitu masing-masing 3 sampel pada kategori
terbanyak, medium dan tersedikit kasus
DBDnya, untuk pemeriksaan kandungan beberapa zat terlarut dalam air sumur dan
pertumbuhan nyamuk Aedes. Teknik
pengambilan sampel secara simple random
sampling dengan mengumpulkan data
penyakit DBD. Data yang telah terkumpul diuji statistik dengan Regresi linier berganda memakai methode Backward untuk menarik suatu kesimpulan ada
tidaknya pengaruh kandungan zat-zat terlarut dalam air sumur terhadap pertumbuhan
nyamuk Aedes aegypti pra dewasa
(pupa).
Pada kolom Sig
dari hasil analisis statistik versi 12 dengan uji regresi linier berganda memakai methode Backward, bahwa semua nilai probabilitas kandungan zat-zat telarut
dalam air sumur diatas 0,05 yang berarti H0 diterima.
Dari hasil penelitian disimpulakan bahwa tidak ada
pengaruh kandungan zat-zat terlarut dalam air sumur terhadap pertumbuhan nyamuk
Aedes aegypti pra dewasa (Pupa).
Kata kunci :
DBD, Nyamuk, air sumur.
Peneliti :
Bahtiar Makmun
D3 Analis Kesehatan Surabaya (2006)
Peneliti :
Bahtiar Makmun
D3 Analis Kesehatan Surabaya (2006)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar