Rabu, 24 Juli 2013

PENGARUH SUHU PELARUT TERHADAP KADAR VITAMIN C PADA AIR PERASAN BUAH JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia)


ABSTRAK


Vitamin C dikenal sebagai senyawa utama tubuh yang dibutuhkan dalam berbagai proses penting mulai proses pembuatan kolagen sampai pemacu imunitas.Vitamin ini tergolong dalam vitamin yang larut dalam air, sedikit larut dalam aseton atau alkohol yang mempunyai berat molekul rendah dan sukar larut dalam eter, kloroforom dan benzen. Vitamin C sangat mudah teroksidasi dan proses ini dipercepat oleh panas, sinar, alkali, enzim, oksidator, serta katalis oleh tembaga dan besi.
Sumber vitamin dapat berasal dari sayuran berwarna hijau dan buah-buahan, misalnya bayam, cabe hijau, nanas, tomat, serta buah jeruk yang dianggap paling banyak mengandung vitamin C. Buah jeruk sebagai salah satu sumber vitamin C selain dimakan dalam bentuk segar, juga banyak dinikmati dalam bentuk sari buah yang sudah diolah.
Kekurangan vitamin C akan menyebabkan penyakit sariawan atau skorbut, ini jarang terjadi pada bayi namun pada orang dewasa skorbut terjadi setelah beberapa bulan menderita kekurangan vitamin C dengan gejala gusi bengkak dan berdarah, gingivalis, anemia dan deformasi tulang.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari suhu pelarut terhadap kadar vitamin C pada air perasan jeruk nipis (Citrus aurantifolia) dari buah jeruk nipis yang warna dan ukurannya tidak jauh berbeda satu dengan yang lainnya.
Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah eksperimen dengan analisa kuantitatif dan menggunakan tiga perlakuan sampel yang berbeda dan suhu pelarut yang diuji adalah 96 ºC,  27 ºC dan 2 ºC.
Dari perlakuan sampel dengan tiga suhu pelarut yang berbeda terhadap sepuluh sampel dengan analisa kuantitatif serta data pemeriksaan yang diuji menggunakan uji statistik One Way Anova, maka didapatkan rata-rata kadar vitamin C pada suhu panas 40,8 mg/100 g, pada suhu pelarut kamar 45,6 mg/100 g, dan suhu pelarut dingin es 42,5 mg/100 g, Ternyata dari hasil ketiga suhu pelarut di atas, yang dapat mempengaruhi penurunan kadar vitamin C pada perasan air jeruk nipis adalah pada suhu pelarut panas dan suhu kamar.

Kata Kunci : Suhu pelarut, Vitamin C, Jeruk nipis

 Peneliti :

SULASMINI
NIM. 026085
D3 Analis Kesehatan Surabaya (2006)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar