Rabu, 24 Juli 2013

ANALISIS PEWARNA KUNING PADA TAHU YANG DIJUAL DI PASAR TRADISIONAL KOTA SURABAYA


ABSTRAK


         Penentuan mutu bahan makanan pada umumnya sangat tergantung pada citarasa, warna, tekstur dan nilai gizinya, juga sifat mikrobiologisnya. Daya tarik suatu makanan sangat dipengaruhi oleh penampilan fisik atau warnanya. Produk pangan yang memiliki warna yang menarik akan berpeluang besar untuk di beli konsumen.
         Seiring dengan kemajuan teknologi pangan, penggunaan bahan pewarna makanan makin lama terus meningkat. Untuk melindungi konsumen terhadap penggunaan bahan pewarna yang dapat membahayakan, di Indonesia telah diatur melalui PerMenkes RI No. 722/MenKes/Per/1988 tentang Bahan Tambahan Makanan.
         Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis pewarna kuning pada tahu yang dijual di pasar tradisional kota Surabaya, apakah sesuai dengan PerMenkes RI No. 722/MenKes/Per/1988 tentang Bahan Tambahan Makanan.
Pelaksanaan penelitian ini dimulai pada tanggal 15 sampai 24 Mei 2006 yang dilakukan di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya Jl Karangmenjangan No 18 Surabaya.
         Metode penelitian ini deskriptif dengan teknik analisis kualitatif, dengan teknik pengambilan sampel secara acak. Sampel diambil dari 10 pasar tradisional yang ada di kota Surabaya, yang masing-masing pasar diambil dua buah sampel, kemudian diperiksa dengan menggunakan metode analisa kromatografi kertas.
         Hasil dari penelitian ini dari 20 sampel yang diperiksa seluruhnya menggunakan pewarna sintetis kuning tartrazine, yang sesuai dengan PerMenkes RI No. 722/MenKes/Per/1988 tentang Bahan Tambahan Makanan. Penggunaan pewarna kuning tartrazin oleh produsen tahu dikarenakan harga pewarna tartrazin lebih murah dari pewarna alami, serta pemakaian tartrazin lebih mudah, hanya di campur dengan air saja, sedangkan pewarna kuning alami seperti kunyit harus diparut dan disaring kemudian direbus. Selain itu pewarna tertrazin memiliki tingkat stabilitas yang baik di bandingkan pewarna alami.


Kata kunci : pewarna kuning tahu
                   Kromatografi kertas

 Peneliti :
VITA HERTANTRI
P 27834003099
D3 Analis Kesehatan Surabaya (2006)

PENENTUAN MPN Coliform PADA AIR DEPOT AIR MINUM ISI ULANG DI WILAYAH MULYOREJO KOTA SURABAYA


ABSTRAK


Air merupakan salah satu faktor yang sangat penting bagi kelangsungan hidup semua mahluk, terutama bagi manusia. Jika kehilangan air 15% dari berat badan dapat mengakibatkan kematian. Ketersediaan air harus memenuhi persyaratan kesehatan, baik bakteriologis, kimiawi, radioaktif dan fisik. Untuk itu pemerintah telah menetapkan peraturan mengenai standar kualitas air sesuai Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 907/Menkes/SK/VII/2002, karena air yang tidak memenuhi syarat dapat menimbulkan gangguan kesehatan.

 Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kandungan bakteri Coliform yang terdapat dalam air minum isi ulang pada depot air minum isi ulang di wilayah Mulyorejo kota Surabaya sesudah proses pengolahan yang kemudian dibandingkan dengan standar kualitas air minum. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional. Penelitian ini dilaksanakan selama 3 hari dengan besar sampel sebanyak 10 sampel yang diambil sebanyak 1000 ml dari tiap depot yang berbeda setelah proses pengolahan pada depot air minum isi ulang di wilayah Mulyorejo kota Surabaya.

Dari hasil penelitian kandungan MPN Coliform pada 10 depot air minum isi ulang sesudah proses pengolahan adalah 70% memenuhi syarat kualitas sebagai air minum, 30% tidak memenuhi syarat kualitas. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kualitas air minum isi ulang olahan depot air minum isi ulang di wilayah Mulyorejo khususnya kandungan MPN Coliform 30% dari 10 depot tidak memenuhi persyaratan kualitas sesuai dengan standar kualitas air minum.
Dari hasil penelitian disarankan bahwa masyarakat yang mengkonsumsi air minum isi ulang harus direbus jika dibiarkan dalam galon  dalam jangka waktu yang lama, Kepada peneliti lain supaya melakukan penelitian parameter yang lain, Kepada Pemerintah supaya melaksanakan pengawasan kualitas air secara reguler untuk menjamin keamanan produk bagi konsumen dalam rangka peningkatan kualitas air minum.


Kata kunci : MPN Coliform, air isi ulang.

Peneliti :

AGUSTINUS WOMSIWOR


NIM : 026057

D3 Analis Kesehatan Surabaya (2005)

 

PEMERIKSAAN MPN COLIFORM PADA TERASI TANPA KEMASAN DI PASAR KARANG MENJANGAN KELURAHAN MOJO SURABAYA


ABSTRAK


Terasi adalah bahan yang terbuat dari ikan atau rebon (udang kecil) yang mempunyai bau khas yang tajam, dan sering digunakan masyarakat sebagai bahan sambal atau penyedap rasa. Terasi memiliki kandungan protein sebesar 15-20%. Terasi yang dijual tanpa kemasan, memungkinkan terjadinya kontaminasi oleh mikroorganisme  bila terutama sanitasi dan hygiene yang  tidak baik . Terasi yang tercemar oleh mikroorganisme akan menyebabkan mutu produk yang kurang baik, bahkan dapat mengganggu kesehatan. Salah satu mikroorganisme yang mengganggu kesehatan adalah kuman jenis coliform yang mungkin terdapat dalam terasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah MPN coliform pada terasi tanpa kemasan yang dijual dipasar Karang Menjangan Surabaya, dimana jumlah MPN coliform dipakai sebagai salah satu indikator adanya pencemaran makanan oleh kotoran manusia.
Metode penelitian ini termasuk penelitian deskriptif yaitu penelitian yang menggambarkan suatu keadaan kualitas terasi tanpa kemasan. Penelitian ini menggunakan metode MPN coliform dengan seri ragam tabung 5-1-1 yang biasa digunakan untuk pemeriksaan makanan yang sudah diolah yang disesuaikan dengan batas maksimum cemaran mikroba dalam makanan. Pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan secara acak, sebanyak 15 sampel.
Hasil yang didapat pada pemeriksaan 15 sampel terasi tanpa kemasan dipasar Karang Menjangan Surabaya adalah 12 sampel (80%) terdapat index MPN coliform > 0 atau melebihi batas maksimum cemaran mikroba dalam makanan dan  3 sampel (20%) dari 15 sampel mengandung index coliform 0 atau tidak melebihi batas maksimum cemaran mikroba dalam makanan.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terasi dipasar Karang Menjangan yang dijual tanpa kemasan masih banyak yang tidak memenuhi syarat untuk batas maksimum cemaran mikroba dalam makanan. 

Kata kunci : Terasi tanpa kemasan, MPN coliform

Peneliti :



YAMANI

NIM : P 27834003307
D3 Analis Kesehatan Surabaya (2006)